Selamat Datang Di Blogspot media Informasi Pendamping Desa Irza Fitrah 130507 Kecamatan Sungai Geringging, Terima Kasih Atas Kunjunganya

Jumat, 29 Mei 2026

Monitoring Kegiatan Budidaya Pepaya California BUMdesa Ranah Salingka


Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Ranah Salingka Nagari Kuranji Hulu , Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman membuka usaha budidaya Pepaya California sebagai percontohan bagi masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan baru.Direktur Utama Bumdes Ranah Salingka, Anggi mengatakan budidaya Pepaya California dipilih karna masa panen yang relatif singkat dan masa produktif yang lama.

"Dari masa tanam sampai panen membutuhkan waktu sekitar enam sampai tujuh bulan. Dan untuk panen bisa dilakukan setiap seminggu sekali," kata Anggi, Senin (4/5).

Menurutnya budidaya pepaya ini sudah dimulai sejak November 2025 dengan jumlah bibit 300 pohon yang dibiayai dari Modal BUMdesa sebesar 28 juta rupiah.

Pada saat sekarang ini sebahagian pepaya sudah mulai mengeluarka bunga dan berbuah, Menurut perkiraan panen perdana bisa dilakukan pada bulan Agustus tahun 2026 dan bisa didisribusikan dalam memenuhi kebutuhan buah pepaya California di dalam maupun di luar Desa/Nagari Kuranji Hulu.  .

Lanjut dia, budidaya Pepaya California ini bukan tidak ada hambatan apalagi ketika datang musim kemarau tiba.

Minimnya ketersediaan saluran irigasi yang baik membuat pengurus kesulitan untuk melakukan penyiraman atau pengairan.

Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat di sekitar dan Nagari juga memberikan perhatian dalam bentuk penambahan modal utk pengembangan kegiatan budidaya pepaya California di tahun 2026.

Jumat, 22 Mei 2026

Penutupan TMDD ke 128 Tahun 2026 di Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu Kec Sungai Geringging Kab Padang Pariaman


 


Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026 di Nagari Batu Gadang Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman secara resmi ditutup, pada Rabu (21/5/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan hingga ke pelosok nagari.


Upacara penutupan dan evaluasi TMMD tersebut resmi dututup oleh Inspektur Kodam (Irdam) XX/Tuanku Imam Bonjol Brigadir Jenderal TNI Heri Susanto. dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Padang Pariaman, kepala OPD, tokoh masyarakat, alim ulama dan Niniak mamak.


Pelaksanaan TMMD dimulai sejak Pra TMMD pada 7 April hingga 21 April 2026, dilanjutkan pembukaan resmi pada 22 April dan ditutup pada 21 Mei 2026.


Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0308 Padang Pariaman, yang telah sukses melaksanakan program TMMD ke-128 dengan berbagai sasaran pembangunan fisik maupun nonfisik.


“TMMD tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun semangat gotong royong, kebersamaan, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Rahmat Hidayat.



Berbagai pembangunan berhasil diwujudkan melalui program tersebut, di antaranya pembukaan dan pengerasan jalan baru, pembangunan jembatan plat, enam titik gorong-gorong, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), rehabilitasi mushala, hingga penyediaan sarana air bersih.


Menurutnya, pembangunan jalan baru di Nagari Batu Gadang akan membuka akses masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, mempermudah aktivitas ekonomi warga, serta mendorong pertumbuhan kawasan ke depan.


“Kami sangat bersyukur karena hasil pembangunan TMMD ini langsung dirasakan masyarakat. Kami berharap seluruh hasil pembangunan dapat dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.


Selain sasaran fisik, TMMD ke-128 juga melaksanakan berbagai program unggulan TNI AD seperti pembangunan MCK, ketahanan pangan, bantuan pencegahan stunting, kegiatan bersatu dengan alam, serta pembersihan fasilitas umum dan fasilitas sosial.


Sementara untuk sasaran nonfisik, masyarakat mendapatkan berbagai penyuluhan terkait kesehatan, perikanan, bela negara, administrasi kependudukan, narkoba, posyandu, stunting, hingga mitigasi bencana alam.


Wabup Rahmat menilai seluruh rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa TMMD hadir secara menyeluruh, tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat.


Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Nagari Batu Gadang yang telah ikut bergotong royong dan mendukung penuh pelaksanaan TMMD ke-128.


“Semangat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat inilah
yang harus terus kita pelihara. Karena pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang dilakukan bersama-sama,” ungkapnya.


Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati Rahmat Hidayat kembali menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan TMMD ke-128 dan berharap seluruh pengabdian yang dilakukan menjadi amal ibadah serta membawa manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Padang Pariaman.(rel/FS)


Rabu, 20 Mei 2026

Pelaksanaan Lomba PKK Tingkat Propinsi Sumatera Barat di Nagari Kuranji Hulu Kec Sungai Geringging Kab Padang Pariaman

 


PADANG PARIAMAN — Tim Penggerak PKK Kabupaten Padang Pariaman menunjukkan optimisme tinggi dalam penilaian lomba Gerakan 10 Program Pokok PKK tingkat Provinsi Sumatera Barat yang dipusatkan di Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Senin (18/5/2026).

Penilaian lapangan tersebut dihadiri Ketua Bidang I TP PKK Sumbar Daslinur bersama tim penilai provinsi. Kehadiran tim disambut langsung oleh Bupati Padang Pariaman bersama Jajaran, Ketua TP PKK Kabupaten Padang Pariaman Ny. Nita Azis bersama jajaran serta masyarakat Nagari Kuranji Hulu.

Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyebut penilaian ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana gerakan PKK mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, TP PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun keluarga yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing melalui implementasi 10 Program Pokok PKK.

“PKK telah bergerak nyata dalam peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, penguatan ketahanan pangan dan gizi keluarga, pemberdayaan ekonomi perempuan melalui UMKM, hingga pembinaan lingkungan hidup dan keluarga harmonis. Semua itu telah dijalankan dengan baik oleh TP PKK Padang Pariaman sampai ke tingkat nagari,” ujar JKA.

Ia juga mengapresiasi peran kader PKK Nagari Kuranji Hulu yang dinilai mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat melalui berbagai inovasi dan program pemberdayaan.

“Saya melihat bagaimana kader-kader PKK di Nagari Kuranji Hulu bersama TP PKK Kabupaten Padang Pariaman telah menjadi inspirasi. Program-program yang dijalankan mampu mendorong masyarakat ikut berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan,” katanya.

JKA menegaskan, gerakan PKK merupakan ujung tombak dalam membangun ketahanan keluarga dan masyarakat, terutama dalam bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.

Karena itu, ia berharap penilaian tingkat provinsi ini menjadi ajang untuk memperkuat sinergi, evaluasi, sekaligus melahirkan inovasi baru demi kemajuan organisasi PKK ke depan.

“Kami sangat yakin penilaian ini bukan sekadar formalitas, tetapi momentum refleksi dan inovasi demi kemajuan bersama. Saya optimistis pilihan hati tim penilai akan jatuh kepada Kabupaten Padang Pariaman, tepatnya Nagari Kuranji Hulu,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.

Bupati bahkan mengungkapkan dukungan penuh keluarganya terhadap gerakan PKK. Ia menyebut berbagai rapat dan kegiatan PKK yang dijalankan selama ini selalu menghasilkan aksi nyata di tengah masyarakat.

“Kami tidak ingin melihat masyarakat miskin dan rumah tidak layak huni di Kabupaten Padang Pariaman. Semangat itu terus diperjuangkan bersama PKK melalui berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Padang Pariaman Nita Christanti Azis menyampaikan bahwa TP PKK Nagari Kuranji Hulu telah siap mengikuti penilaian tingkat provinsi ini. 

Ia menegaskan seluruh indikator penilaian mulai dari Pokja I hingga Pokja IV telah dipenuhi secara maksimal, termasuk berbagai inovasi yang menjadi unggulan TP PKK Padang Pariaman.

“Alhamdulillah seluruh persiapan sudah kami lakukan. Mulai dari Pokja I sampai Pokja IV sudah terpenuhi, ditambah berbagai inovasi yang terus kami hadirkan. Kami optimistis TP PKK Padang Pariaman mampu meraih hasil terbaik pada penilaian tingkat Provinsi Sumbar tahun ini,” ujarnya.

Nagari Kuranji Hulu sendiri ditetapkan sebagai wakil Kabupaten Padang Pariaman berdasarkan Surat Keputusan Bupati Padang Pariaman Nomor 275/KEP/BPP/2025 tentang Penetapan Pemenang Lomba Gerakan 10 Program Pokok PKK Tingkat Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2025.

Dengan kekompakan kader, dukungan pemerintah daerah, serta berbagai inovasi yang telah dijalankan, TP PKK Padang Pariaman kini semakin percaya diri menatap hasil penilaian dan membawa pulang predikat terbaik tingkat Sumatera Barat. 

Rabu, 06 Mei 2026

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-50 tingkat Kecamatan Sungai Geringging

 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-50 tingkat Kecamatan Sungai Geringging resmi digelar di Lapangan Pasar Sungai Geringging, pada Rabu (06/05/2026).


Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Padang Pariaman diwakili oleh Staf Ahli Bupati Padang Pariaman, Alfian. Turut hadir, Sekretaris Dewan, Anggota DPRD, Kepala Dinas Peternakan, Camat Sungai Geringging, Kepala KUA Sungai Geringging dan KUA IV Koto Aur Malintang, serta para Kepala Madrasah, SMA, dan SMP se-Kecamatan Sungai Geringging dan IV Koto Aur Malintang.


Kepala Kantor Kementerian Agama dalam sambutannya menyampaikan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan umat terhadap Al-Qur’an serta membentuk generasi yang beriman dan berakhlak mulia. Ia juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi para peserta agar mampu berprestasi hingga ke tingkat yang lebih tinggi.

Selain itu, kegiatan MTQ ini diharapkan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat serta menjadi sarana syiar Islam yang membawa nilai-nilai kedamaian dan kebersamaan.


Panitia pelaksana turut diapresiasi atas kerja keras dalam menyukseskan kegiatan ini. MTQ ke-50 tingkat Kecamatan Sungai Geringging dijadwalkan akan berlangsung hingga penutupan yang akan dilaksanakan pada Kamis malam.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan lahir generasi Qur’ani yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat serta membawa nama baik daerah di masa yang akan datang.

Rabu, 22 April 2026

Pembangunan Kantor dan Gerai KDMP

 

Progres pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Padang Pariaman khusus Nagari Kuranji Hulu Kecamatan Sungai Geringging sudah mencapai 100 persen, Hal itu disampaikan Dandim, Wapang TNI, Ketua KDMP dan Pengawas saat Sosialisasi kontak bisnis bagi KDMP di Kantor KDMP Kuranji Hulu, Senin (3/3/2026).

Dandim menjelaskan bahwa, pendirian Koperasi Merah Putih merupakan bentuk nyata dari keprihatinan negara terhadap kondisi ekonomi rakyat kecil.

“Tujuannya adalah untuk memperkuat ekonomi desa secara lebih inovatif. Potensi-potensi desa seperti lingkungan pabrik dan usaha kecil perlu diwadahi melalui koperasi,” jelasnya.

Menurutnya, Koperasi Merah Putih telah menunjukkan progres signifikan, terutama di daerah Padang Pariaman yang sudah mencapai 100 persen dalam proses legalisasi badan hukum. Hal ini memungkinkan koperasi untuk segera menjalankan fungsi penghimpunan dana dan pembiayaan anggota.

Dandim juga menekankan bahwa, pengurus koperasi harus bertanggung jawab, transparan, dan memiliki integritas tinggi.

“Keberhasilan koperasi sangat tergantung pada pengurusnya. Kalau gagal, kepercayaan masyarakat akan hilang dan koperasi bisa bubar seperti banyak KUD (Koperasi Unit Desa) yang runtuh,” tegasnya.

Adanya Koperasi Merah Putih ini nantinya bisa menjalankan bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat desanya masing-masing, seperti menjual pupuk, beras, LPG, Apotik dan Simpan Pinjam.

“Dengan hadirnya Koperasi Merah Putih yang langsung menyasar masyarakat desa, pemerintah daerah berharap dapat menciptakan kekuatan ekonomi baru dan membantu mengurangi angka kemiskinan secara signifikan

Jumat, 27 Maret 2026

Kegiatan Penyaluran BLT DD Triwulan I Nagari Kuranji Hulu Tahun 2026

 


Penyaluran BLT DD Triwulan I Nagari Kuranji Hulu Tahun 2026


Nagari Kuranji Hulu mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari  DD tahun 2026 kepada masyarakat bagi yang berhak menerimanya. BLT yang disalurkan sebanyak tiga bulan, yakni Januari, Februari dan Maret senilai Rp300 ribu perjiwa di kantor wali nagari setempat, Rabu (9/3/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung secara simbolis oleh Wali Nagari Kuranji Hulu, Salman Hardani Datuak Rajo Harimau dan dihadiri Sekretaris Camat Sungai Geringging, Pendamping Desa Kecamatan Irza Fitrah, Ketua Bamus Tamarrudin, wali korong se-Kuranji Hulu, serta Bhabinkamtibmas Polsek Sungai Geringging.

Sebanyak 8 Orang KPM Nagari Kuranji Hulu menerima dana BLT, telah sesuai dengan prosedur pengambilan yang benar-benar berhak penanggulangan masyarakat miskin ekstrem melalui wali korong setempat.

Camat Sungai Geringging diwakili Sekcam dalam sambutannya menyatakan kepada masyarakat yang menerima BLT, agar memanfaatkan uang yang diberikan oleh pemerintah ini untuk kepentingan sehari-hari, yaitu sembako dikarenakan Lebaran semakin dekat sehingga berdampak secara ekonomi masyarakat Nagari.


Wali Nagari Kuranji Hulu dalam pengarahannya kepada penerima mengatakan, BLT akan di berikan selama 12 bulan sebesar Rp 300 ribu utk tahap satu ini diberikan oleh pemerintah selama tiga bulan, yang besarannya setiap bulan adalah Rp300 ribu dan hari ini bapak dan ibu akan menerima sebesar Rp900 ribu .

Begitu juga apa yang di sampaikan oleh Pendamping Desa dalam sambutannya Bahwa BLT merupakan prioritas pengunaan Dana Desa 2026 sesuai dengan  Permendes Nomor 6 tahun 2025 tentang petunjuk operasinal atas fokus DD 2026. Sehingga dengan adanya bantuan BLT ini, masyarakat bisa terbantu mengurangi dampak ekonomi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Semoga Melalui penyaluran ini, Nagari  Kuranji Hulu berharap program BLT-DD dapat terus memberikan dampak positif serta mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan perhatian lebih


Selasa, 10 Maret 2026

Kerja Berdampak : TPP Mendampingi , Memastikan dan Merawat Kemandirian Desa

JANGAN PERNAH LELAH untuk mencintai negeri sendiri... Indonesia. Adalah kesempatan yang berharga manakala hari ini kita mendapatkan amanah menjadi bagian warga bangsa yang turutserta mendampingi dalam proses tahapan Pembangunan Desa, merencanakan, melaksanakan dan mengawasi serta melaporkan yang berdampak pada kesejahteraan warga dan kemajuan desa-desa di Indonesia dengan menyandang label TPP.

Judul artikel 
"KERJA BERDAMPAK: TPP Mendampingi, Memastikan, dan Merawat Kemandirian Desa" merupakan pilar filosofis bagi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) dalam menjalankan tugasnya sebagai ujung tombak Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia.
 
Slogan ini mendefinisikan tiga peran utama TPP untuk mencapai tujuan akhir, yaitu kemandirian desa: 
1. Mendampingi (Proses)
TPP bertugas memberikan bantuan intensif kepada masyarakat dan kelembagaan desa dalam pengelolaan pembangunan serta pemberdayaan. 
  • Fasilitasi: Menemukan dan mengembangkan potensi lokal serta kapasitas penggerak pembaharuan di desa.
  • Edukasi: Membantu perangkat desa dan masyarakat memahami proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan kegiatan. 

2. Memastikan (Kualitas & Akuntabilitas)
TPP berfungsi sebagai penjamin bahwa setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai regulasi dan target nasional. 
  • Validasi Data: Memastikan ketersediaan draf, rencana kerja, hingga verifikasi hasil pendataan desa berbasis data.
  • Kesesuaian Program: Memastikan program pembangunan selaras dengan prinsip ketahanan iklim, ketahanan pangan, digitalisasi desa, prioritas desa dan peraturan negara yang mengedepankan kepentingan warga bangsa dalam bingkai Asta Cita Pemimpin Negara.
  • Tata Kelola: Memastikan dana desa digunakan secara efektif untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dan pengembangan ekonomi produktif melalui BUMDesa. 

3. Merawat Kemandirian Desa (Keberlanjutan)
Peran TPP tidak berakhir meskipun desa telah mencapai status mandiri. 
  • Transformasi Sosial: Menjaga agar proses pemberdayaan tetap berjalan secara mandiri oleh masyarakat sebagai agen perubahan.
  • Peningkatan Kapasitas: Terus memompa partisipasi masyarakat agar mampu mengelola sumber daya secara berkelanjutan tanpa ketergantungan penuh pada pihak luar. 
Inti dari Kerja Berdampak adalah pergeseran dari sekadar "ada di desa" menjadi "memberikan hasil nyata" yang diukur melalui aplikasi DRP  dan peningkatan status Indeks Desa (ID).
 

Prinsip Kerja Berdampak harus menjadi bagian dari tugas keseharian TPP Indonesia. Aktifitas kerja bukan sekedar menyibukkan diri namun memberi arti lebih pada perubahan kesejahteraan diri, sekitar dan masyarakat Desa.
Agar visi ini benar-benar terintegrasi dalam ritme kerja harian, berikut adalah bagaimana "Kerja Berdampak" diturunkan ke dalam pola kerja teknis Tenaga Pendamping Profesional (TPP):
 
1. Perubahan Pola Pikir: Dari Output ke Outcome
Ritme kerja yang lama mungkin hanya fokus pada penyelesaian administrasi (output). Namun, kerja berdampak mewajibkan TPP fokus pada manfaat (outcome):
  • Dulu: Memastikan desa punya APBDes (selesai).
  • Sekarang: Memastikan APBDes tersebut memuat program yang berdampak langsung pada pengurangan kemiskinan atau ketahanan pangan di desa. 
2. Disiplin Pelaporan melalui Daily Report Pendamping (DRP)
Aplikasi DRP bukan lagi dianggap sebagai beban absensi, melainkan cermin dari ritme kerja yang terukur.
  • Minimal 8 jam maksimal 12 jam/hari x jam kerja setiap bulan: Sesuai Keputusan Menteri Desa Nomor 294 Tahun 2025, TPP wajib memenuhi jam kerja ini untuk memastikan kehadiran fisik dan mental di desa dampingan.
  • Narasi yang Berkualitas: Setiap laporan harian harus merefleksikan fasilitasi nyata, seperti hasil musyawarah atau verifikasi data yang menjadi dasar perencanaan pembangunan yang tepat sasaran. 

3. Sinkronisasi dengan Prioritas Nasional 2025-2026
Agar berdampak, ritme kerja TPP harus sejalan dengan regulasi terbaru, seperti Permendes PDT Nomor 16 Tahun 2025 yang mengatur fokus penggunaan Dana Desa 2026. Kerja berdampak dalam ritme harian berarti: 
  • Fasilitasi Ekonomi: Mengawal pembentukan atau penguatan BUM Desa dan koperasi (seperti instruksi percepatan Koperasi Desa Merah Putih).
  • Pemanfaatan Data: Menggunakan data Desa sebagai navigasi agar setiap sen Dana Desa digunakan untuk program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. 

4. Evaluasi Berbasis Dampak (Evkin)
Kementerian Desa menegaskan bahwa keberlanjutan kontrak TPP kini sangat bergantung pada performa yang terukur dalam sistem. Jika ritme kerja tidak menghasilkan dampak (yang dibuktikan melalui laporan DRP dan perkembangan status desa), maka kontrak kerja dapat dievaluasi dengan dilibatkannya user (Kepala Desa/Camat) untuk memberi nilai kinerja kepada Pendamping Desa yang diatur di dalam Keputusan Menteri Desa PDT Nomor 294 tahun 2025.
 
Kesimpulannya, menjadikan Kerja Berdampak sebagai bagian tak terpisahkan berarti setiap langkah TPP di lapangan harus memiliki jawaban atas pertanyaan:  
 
"Apa manfaat nyata yang didapat warga desa dari kehadiran saya hari ini?"
  

Salam Berdesa.. Jaga Kesehatan dan senantiasa bermanfaat untuk Negeri..  Semoga Tuhan menguatkan kerja-kerja pengabdian kita.. 10/03/2026